27 Ciri-Ciri Hikayat Beserta Unsur dan Karakteristik Hikayat [Lengkap]

27 Ciri-Ciri Hikayat Beserta Unsur dan Karakteristik Hikayat [Lengkap]

Ciri-ciri hikayat – Hikayat adalah jenis puisi lama yang berasal dari Melayu. Cerita hikayat diturunkan secara turun temurun di kalangan masyarakat. Ada beberapa karakteristik hikayat di antaranya sifatnya yang imajinatif dan magis. Unsur-unsur hikayat juga mencakup tema dan amanat yang disampaikan dalam cerita.

Pengertian hikayat secara umum adalah salah satu dari cerita rakyat yang berasal dari Melayu klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya. Fungsi hikayat yang utama adalah untuk hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.

Layaknya karya sastra yang lain, hikayat memiliki sejumlah ciri dan unsur tertentu. Ciri-ciri hikayat bisa berhubungan dengan tema cerita, unsur-unsur yang dimiliki atau kaidah kebahasaan hikayat yang digunakan meliputi pemilihan kata dan sifat bahasa yang dipakai.

Ciri-Ciri Hikayat

Secara umum ciri-ciri hikayat bisa dilihat dari dua aspek utama, yakni karakteristik hikayat dan unsur-unsur hikayat. Berikut akan dijelaskan ciri-ciri hikayat secara umum dan dibahas secara lengkap.

ciri-ciri hikayat

Karakteristik Hikayat

Ada beberapa karakteristik hikayat yang termasuk dalam jenis-jenis puisi lama. Berikut 20 karakteristik hikayat dan penjelasannya secara lengkap.

1. Istana Sentris

Hikayat pada umumnya bercirikan istana sentris dan bertema kerajaan. Artinya sebagian besar contoh cerita hikayat berlatar dan bertempat di istana atau pada masa kerajaan.

2. Anonim

Hikayat juga bersifat anonim. Artinya tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal ini dikarenakan hikayat disampaikan secara lisan dari masa ke masa tanpa diketahui siapa orang pertama yang mengarang cerita tersebut.

3. Bersifat Pralogis

Ciri-ciri hikayat yang lain adalah pralogis, artinya banyak cerita di dalam hikayat tidak dapat di terima oleh akal. Terdapat kemustahilan dalam cerita, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Artinya cerita hikayat umumnya tidak logis atau tidak bisa dinalar.

4. Bersifat Komunal

Hikayat juga bersifat komunal yang berarti menjadi milik masyarakat. Cerita hikayat sudah ada sejak dulu dan tumbuh sebagai bagian dari budaya masyarakat dari masa ke masa.

5. Menceritakan Kesaktian Tokoh

Dalam cerita hikayat, banyak menceritakan tentang kesaktian tokoh-tokohnya. Cerita yang dikisahkan tokoh utama memiliki kesaktian atau kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia biasa pada umumnya.

6. Bersifat Statis

Hikayat juga memiliki sifat statis atau tetap. Hal ini berarti tidak banyak perubahan yang ada pada cerita sehingga cerita hikayat yang ada saat ini sama dengan di masa lampau.

7, Mengandung Nilai Kehidupan

Cerita hikayat juga selalu mengandung nilai kehidupan yang bermakna. Hikayat mengandung nilai-nilai kehidupan seperti nilai religius (agama), moral, budaya, sosial, edukasi (pendidikan) dan estetika (keindahan).

8. Bersifat Imajinatif

Masih berhubungan dengan sifat pralogis, ciri-ciri hikayat yang lain adalah bersifat imajinatif dan magis. Dalam kisah hikayat cerita berifat imajinatif seperti dunia khayal dalam dongeng.

9. Bersifat Tradisional

Hikayat juga memiliki sifat tradisional. Cerita hikayat meneruskan budaya, tradisi, adat dan kebiasaan yang dianggap baik oleh masyarakat.

10. Menceritakan Kisah Universal

Cerita hikayat sering mengambil tema kisah universal manusia, yaitu peperangan antara yang baik dengan yang buruk. Pada akhirnya, yang baik yang akan menjadi pemenang.

11. Menggunakan Bahasa Klise

Dalam cerita hikayat banyak menggunakan bahasa klise. Artinya bahasa yang digunakan sederhana, diulang-ulang dan mudah ditebak.

12. Bersifat Turun Temurun

Cerita hikayat sudah ada sejak dulu dan terus tersebar sampai sekarang. Penyebaran cerita hikayat dilakukan dari mulut ke mulut dan dilakukan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

13. Tidak Memiliki Bab/Bagian

Karena hikayat dibuat sejak dulu, maka tidak ada banyak unsur intrinsik hikayat. Salah satunya tidak adanya pembagian bab atau bagian-bagian pada cerita hikayat.

14. Menggunakan Cerita Berbingkai

Hikayat juga banyak menggunakan alur berbingkai atau cerita berbingkai. Artinya dalam sebuah kisah hikayat akan ada tokoh yang menceritakan suatu kisah lagi di dalamnya.

15. Menggunakan Kata Arkahis

Hikayat banyak menggunakan kata arkhais yaitu kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim dan jarang digunakan lagi dalam kaidah kebahasaan.

16. Menggunakan Majas

Dalam bahasa pada hikayat juga banyak menggunakan majas. Adapun majas yang sering digunakan pada hikayat adalah majas antonomasia, metafora, hiperbola dan majas perbandingan.

17. Menggunakan Konjungsi

Pada cerita hikayat juga banyak menggunakan konjungsi pada setiap awal kalimat. Yang dimaksud kata konjungsi adalah kata penghubung dan sering digunakan di awal kalimat.

18. Mengandung Unsur Religius

Hikayat sering mengandung unsur religius sebagai salah satu nilai kehidupan. Lebih spesifik lagi, hikayat banyak mengandung nilai-nilai keIslaman.

19. Menggunakan Bahasa Melayu

Hikayat sangat lekat dengan kebudayaan Melayu kuno. Tak heran jika pada cerita hikayat banyak menggunakan bahasa melayu yang mungkin kurang familiar saat ini.

20. Mengandung Nilai Kepahlawanan

Pada zaman dahulu, hikayat digunakan untuk mengobarkan semangat para pahlawan menghadapi peperangan. Untuk itu beberapa kisah hikayat mengandung unsur heroik dan nilai kepahlawanan.


Unsur-Unsur Hikayat

Secara umum, ada 7 unsur-unsur hikayat, baik unsur intrinsik hikayat atau pun unsur ekstrinsik hikayat. Berikut merupakan penjelasan unsur-unsur hikayat secara umum.

Tema

Tema menjadi unsur hikayat yang paling dasar dan paling penting. Unsur tema adalah gagasan yang mendasari sebuah cerita hikayat itu sendiri.

Latar

Unsur latar dalam hikayat bisa berupa latar tempat, latar waktu dan juga latar suasana dan kondisi yang tergambar dalam suatu cerita.

Alur

Pada tiap cerita hikayat ada alur cerita tertentu yang digunakan. Yang dimaksud alur pada hikayat adalah jalinan peristiwa dalam sebuah cerita.

Amanat

Tiap cerita hikayat mengandung pesan atau amanat. Amanat adalah suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita.

Tokoh

Dalam hikayat tokoh atau karakter adalah pemeran di dalam cerita. Penokohan merupakan penggambaran watak seorang tokoh.

Sudut pandang

Yang dimaksud sudut pandang dalam cerita hikayat adalah pusat penuturan cerita darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita.

Gaya

Unsur gaya pada hikayat berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.

Nah demikianlah info kesastraan mengenai 20 ciri-ciri hikayat dan 7 unsur-unsur hikayat yang dijelaskan secara lengkap dan detail. Semoga bisa jadi referensi.

Tinggalkan komentar