8 Ciri-Ciri Gurindam | Struktur, Karakteristik, Unsur & Kaidah Bahasa

8 Ciri-Ciri Gurindam | Struktur, Karakteristik, Unsur & Kaidah Bahasa

Ciri-ciri gurindam – Gurindam adalah salah satu jenis karya sastra dalam bentuk puisi lama. Jika dibandingkan dengan karya sastra lain seperti pantun dan syair, istilah gurindam mungkin kurang begitu populer. Meski begitu karya gurindam memiliki definisi dan karakteristik tersendiri dibandingkan karya lainnya.

Secara umum pengertian gurindam adalah karya sastra lama yang berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari dua baris pada tiap baitnya.

Dalam gurindam tiap baris juga saling berkaitan satu sama lain. Ciri ciri gurindam lain bisa dilihat dari makna gurindam yang terkandung di dalam isinya. Isi gurindam biasanya berupa sindiran dan nasehat tentang kehidupan sehari-hari.

(baca juga ciri-ciri syair)

ciri-ciri gurindam

Ciri-Ciri Gurindam

Berikut merupakan 8 ciri-ciri gurindam secara umum yang terdiri dari karakteristik gurindam dilihat dari tata bahasa, kesustraan dan unsur-unsurnya lengkap.

1. Terdiri dari dua baris

Gurindam terdiri dari dua baris/larik pada tiap baitnya. Pada beberapa kasus memang ada gurindam dengan lebih dari dua baris, namun secara umum hanya ada dua baris pada tiap bait pada gurindam.

2. Terdapat 10-14 suku kata tiap baris

Jumlah suku kata pada tiap baris gurindam tidak tetap. Jika dirataan pada sebuah interval, maka kebanyakan tiap baris pada gurindam memiliki 10 sampai 14 suku kata.

3. Memiliki hubungan sebab akibat

Salah satu ciri khas gurindam adalah keterkaitan antar satu baris dengan baris berikutnya. Artinya ada hubungan sebab akibat pada dua baris yang ada pada gurinda,

4. Bersajak a-a

Ciri ciri gurindam berikutnya adalah memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c dan seterusnya. Artinya akhiran suku kata di akhir tiap baris harus sama.

5. Isi gurindam ada pada baris kedua

Gurindam terdiri dari dua baris, namun hanya pada baris kedua saja tertuan isi atau maksud dari gurindam. Baris pertama hanya menjadi awalan saja, sedangkan isi atau maksud dari gurindam ada pada baris kedua

6. Berisi tentang sindiran dan nasehat

Hal yang membedakan gurindam dari karya sastra lain adalah isi dan makna gurindam. Isi gurindam biasanya berupa nasehat-nasehat, sindiran, filosofi hidup atau kata-kata mutiara

7. Menggunakan kalimat majemuk

Unsur-unsur gurindam juga meliputi pemilihan kata dan bahasa dalam kalimatnya. Kalimat baris gurindam biasanya merupakan sebuah kalimat majemuk.

8. Terdiri dari dua jenis

Secara umum, terdapat dua macam-maca gurindam, yakni gurindam berangkai dan gurindam berkait. Gurindam berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya. Sedangkan gurindam berkait adalah gurindam yang bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait seterusnya.

Nah demikianlah pembahasan mengenai ciri-ciri gurindam secara umum dijelaskan dengan lengkap. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah wawasan.

Satu pemikiran pada “8 Ciri-Ciri Gurindam | Struktur, Karakteristik, Unsur & Kaidah Bahasa”

Tinggalkan komentar